Kamulyan Nusantara Semesta Foundation Hidupkan Ruang Rawat Alam di Situs Kramat Sumur 7 Beji, Gandeng Tokoh Masyarakat

IMG-20261105-WA0091

Depok, MM – Sebuah langkah nyata dalam merawat ingatan sejarah dan kelestarian ekologi baru saja diwujudkan oleh Kamulyan Nusantara Semesta Foundation. Berlokasi di Situs Kramat Sumur 7, Kelurahan Beji, Kota Depok, yayasan ini sukses menggelar serangkaian aksi berbasis budaya dan lingkungan hidup pada Sabtu, 31 Oktober 2026 lalu.

Agenda yang berlangsung khidmat tersebut memadukan ketegasan nasionalisme melalui upacara pengibaran bendera, keluhuran tradisi lewat doa bersama yang diiringi lantunan kesenian adat Sunda, hingga aksi nyata peduli lingkungan berupa pembersihan area situs. Tidak berhenti di situ, prosesi penanaman pohon juga dilakukan sebagai komitmen jangka panjang untuk konservasi air tanah di kawasan Beji.
Situs Kramat Sumur 7 sendiri tersebar di beberapa titik wilayah Kelurahan Beji. Keberadaannya bukan sekadar petilasan masa lalu, melainkan simbol kearifan lokal yang mengajarkan manusia untuk hidup berdampingan dengan alam. Melalui aksi ini, Kamulyan Nusantara Semesta Foundation ingin membumikan kembali ajaran leluhur tentang pentingnya menjaga kemurnian air dan udara yang menjadi urat nadi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Sinergi yang kuat terlihat dari hadirnya para tokoh agama, tokoh masyarakat, warga sekitar, hingga seluruh juru pelihara (jupel) situs yang bahu-membahu menyukseskan acara ini sejak pagi hari.
Ketua Umum Kamulyan Nusantara Semesta Foundation, Sarwo Edi Nugroho—yang dalam kesehariannya mengabdi sebagai personel di Polres Metro Depok—menyampaikan bahwa wadah ini lahir dari sebuah konsensus kolektif. Tujuannya satu, yakni menjaga warisan masa lalu sekaligus menjamin keberlangsungan masa depan lingkungan.
“Kami berjalan di atas prinsip ‘Menjaga akar budaya, merawat nafas semesta, kemuliaan Nusantara untuk dunia’. Apa yang kami lakukan di Situs Sumur 7 Beji ini adalah langkah awal untuk membuktikan bahwa merawat tradisi budaya tidak bisa dipisahkan dari tanggung jawab kita dalam merawat ekosistem alam,” tegas Sarwo Edi Nugroho. (Dedi)